butuh waktu kau termenung
memakai koko dan sarung
niat engkau hadirkan kenangan
singgah kau di keramaian perjudian
harta dan tahta dijanjilkan
koko dan sarung kau tanggalkan
butuh waktu kau termenung
tiada daya kau bertarung
asa mu kini tinggal sisa
sisa dari segala asa
kau bilang cinta INDONESIA
namun INDONESIA kau buat petaka
Tuesday, February 21, 2012
Karya Antara Fisika
pas sudah (pasrah) mengerjakan soal-soal try out fisika, gue dengan iseng mencoret-coret kertas kotretan fisika gue-yang kosong karena gue ga tahu harus ngotret apa-itu dengan beberapa puisi yang diantaranya;
MORAL ATAU JABATAN?
kecil mu penuh perjuangan
besarmu penuh godaan
kecintaanmu dipertanyakan
antara moral atau jabatan?
dan yang lainnya.
ANGKA ITU HARGA MATI
bukan berjuang untuk menang
namun tuntutan itu membuatku
menjadi seorang pecundang.
entah iseng atau ga tahu diri, saya sembahkan puisi ini ditengah-tengah try out fisika gue :D
Rindu Perjuangan, Sesali Keadaan
hidup aku dimasa kini
kini apa aku benar hidup?
kacau balau tiada henti
terhenti kacau disaat redup
terus aku memakan waktu
hingga waktu memakan rindu
rindu aku akan perjuangan
hingga aku sesali keadaan
takdir tuhan tak terhenti
namun senja itu tak terganti
20 hamba menatap pasti
menggapai asa harga mati
ku ingin kembali berjuang
hindari keadaan naas itu, kawan
dengan kau kawan seperjuangan
dengan 20 hamba bergandengan
berikrarkan hati untuk pengabdian
dengan pilar 22 sebagai acuan
kini apa aku benar hidup?
kacau balau tiada henti
terhenti kacau disaat redup
terus aku memakan waktu
hingga waktu memakan rindu
rindu aku akan perjuangan
hingga aku sesali keadaan
takdir tuhan tak terhenti
namun senja itu tak terganti
20 hamba menatap pasti
menggapai asa harga mati
ku ingin kembali berjuang
hindari keadaan naas itu, kawan
dengan kau kawan seperjuangan
dengan 20 hamba bergandengan
berikrarkan hati untuk pengabdian
dengan pilar 22 sebagai acuan
Derap Langkah Ksatria Muda
entah memilih atau dipilihkau upayakan usaha dan kasih
debu kecewa kau tiup bersih
hinga kini langkahmu fasih
biar terik biar hujan
kau tetap bertahan kawan
dengan saudara bukan sepengandungan
dengan mereka yang kau sebut pasukan
dengan bangga kau derapkan langkah
sepatu hitam hingga kemeja berkerah
walau dulu kau terus bersusah
walau dulu kau terpuruk pasrah
kini terdengar suara anda
derap langkah ksatria muda
suara hati senantiasa bangga
memegang teguh PRASETYA EKA DHARMA
"puisi yang didedikasikan khusus pasukan balaikota xxiv lomba ketangkasan baris-berbaris bogor open ke-21 tahun 2012.
terimakasih telah membuat kami bangga dengan apa yang telah kalian perbuat. terimakasih telah membuat kami bangga menjadi seorang TARUNA"
Friday, February 3, 2012
Bintang Karyaku
sore itu kemilau, sama seperti ku bertemu dengannya terakhir ini
sore itu kemilau, dari balik jendelaku
sore itu aku menemukan sepenggal kisah, sepenggal kenangan
sore itu terkenang apa yang ku tulis 2 sampai 3 tahun silam
tertuliskan...
"Saat itu awal kita
awal kisahku
awal kisah cintaku
awal cinta yang tak pernah terhenti
Disaat ada yang lain
disaat itu pula aku tak memiliki sisi lain
saat ku melihatnya
saat itu pula aku melihatmu diraganya
Puisi, cinta, dan semua
tak pernah ku berikan sempurna
tak bisa ku berikan semua
karena bagiku kau selamanya
dalam keagunggan cinta
yang membuatmu menjadi selamanya"
terselip pula beberapa patah kata
"kau akan tetap menjadi gadis puisiku
kau akan tetap menjadi bintang karyaku"
tergambar kursi dan dia disisinya
membalikan kengan itu
mengembalikan bintang karyaku...
sore itu kemilau, dari balik jendelaku
sore itu aku menemukan sepenggal kisah, sepenggal kenangan
sore itu terkenang apa yang ku tulis 2 sampai 3 tahun silam
tertuliskan...
"Saat itu awal kita
awal kisahku
awal kisah cintaku
awal cinta yang tak pernah terhenti
Disaat ada yang lain
disaat itu pula aku tak memiliki sisi lain
saat ku melihatnya
saat itu pula aku melihatmu diraganya
Puisi, cinta, dan semua
tak pernah ku berikan sempurna
tak bisa ku berikan semua
karena bagiku kau selamanya
dalam keagunggan cinta
yang membuatmu menjadi selamanya"
terselip pula beberapa patah kata
"kau akan tetap menjadi gadis puisiku
kau akan tetap menjadi bintang karyaku"
tergambar kursi dan dia disisinya
membalikan kengan itu
mengembalikan bintang karyaku...
Subscribe to:
Comments (Atom)
