saya selalu percaya dengan pepatah 'jodoh tak akan kemana'. jodoh itu sudah ditakdirkan bukan? menemani rezeki dan kematian. tapi saya juga percaya, jodoh bukan hanya berkaitan dengan perasaan cinta atau pasang-pasangan yang sering kali ditfsirkan orang-orang. menurut saya, kita berjodoh dengan beberapa hal. pasangan, handphone, bahkan sampai hewan peliharaan.
pernah terjadi di rumah saya. ibu saya sangat menyukai kucing. dulu kami haya mmiliki tiga kucing yang bernama cacay (induk, betina), jojon (anak, jantan), dan jejen (anak, betina). mereka juga kami dapatkan dari pemberian teman kakak saya yang sudah memiliki jumlah kucing yang sangat banyak. merekabingung dengan kelahiran anak kucing lain da akhirnya hak asuh diserahkan kepada kami.
suatu saat datang mojo jojo, kucing putih persia biasa dipanggil mojo, dengan niatan akan dikawinkan dengan cacay (kucng keturuna persia dan domstik). hasil yang diharapka akan memprbaiki keturunan cacay dan mendapatkan anak-anak kucing luycu lainnya. namun semua rencana gagal, tapa diketauhi pihak wanita (keluarga kami) ternyata mojo suda di kebiri. cacay pupus cinta dan kabur. kami kehilagan induk kucing tersayang. namun cerita tak berhenti.
karena tak mungkin lagi untuk dikawinkan, mojo pun dipulagkan. ibu saya menagis. dia sudah terlanjur sayang dengan mojo. bahkan bisa dibilang tak mau kehilagan mojo. seriusan, ibu saya terus-terusan menangis saat itu. dia berdoa "kalau memang mojo jodoh sama bunda, pasti mojo kesini lagi ya.' sebelum mojo dipulagkan.
seminggu kemudian, si pemilik yang notabene adalah tema kakak saya yang lain sedang membutuhkan uang. dengan ringan hati (menurut saya), dia mejual mojo dengan harga 1 juta. lagsung saja ibu saya mmbeli nya dan mojo pun jadi bagian dari keluarga besar kami. saya simpulkan, ibu saya dan mojo memang berjodoh.
saya juga pernah mengalaminya. saat saya tes snmptn tauhn 2012 lalu saya berdoa, "ya Allah, jika memang saya berjodoh dengan matematika maka luluskan lah saya. tapi jika saya berjodoh engan hubungan internasional maka gagalkan lah saya." dan saya pun tidak lulus. mungin memang saya yang kurang belajar. tapi saya tarik benang merah dari rentetan peristiwa. saya mendapat nlai 100 di ujian PKn saya di bab Hubungan Internasional. saya sering lewat tugu jababeka di tol dan berkata "suatu saat kuliah disitu ah". lalu saya pernah ikut try out yang di adakan oleh unpad kalau tidak salah dengan jurusan yang dicoba Hubungan Intrnasional, dan saya mndapat nilai terbaik ke-2 kalau tidak salah. di psikotes saya yang diadakan oleh SMA saya masa itu menyebutkan Hubungan Internasional di urutan nomor 1 sebagai pilihan saya mendatang. saya menyimpulkan, saya dan hubungan intrnasional memang berjodoh. walau saya lebih menyukai matematika, tapi tak semua kisah berakhir bahagia. namun semua kisah diberikan hasil yang terbaik.
sama seperti malam ini dan malam-mala sebelumnya, saya masih percaya jodoh tak akan kemana. seperti itu pula saya percaya degan Rifa. ia tak akan kemana, ia akan tetap menjadi sahabat terbaik saya. jadi isteri ataupun tidak nantinya, semua merupakan pilihan terbaik dari Allah dan kami tetap berjodoh. itu sudah cukup bagi saya. karena kadang yang terbaik bukan apa yang kita harapkan. Allah selalu memberikan hasil yang terbaik, selama kita berusaha degan kekuatan terbaik kita. seperti saya yang menyayangi dia sebagai sebaik-baiknya sahabat da jodoh saya. terimakasih atas 14 bulan yang berlalu, dan kurang lebih 6 tahun kebelakang ini. memberi saya banyak inspirasi dan pengalaman untuk menjadi yang terbaik. untuk menemukan jodoh saya.
sedih za bacanya :'). sahabat aku ngomonginnya udah jodoh-jodoh aja haha udah gede *tua ih hahaha :P
ReplyDeletekamu aja yang tua kali. wuuu ngomongin jodoh kok tua? :p
ReplyDeleteHaha dasaaaar anak bunda. km udah tua tau zaaa. aku mah msh remaja belasan tahun *whuek*
ReplyDelete