sepertinya akhir-akhir ini saya muak dengan layar kaca. terutama mereka yang berada didalamnya. tak semua, tetapi tetap saja saya muak. saya lebih suka menonton kartun atau semacamnya dibandingkan harus menonton mereka yang tak pernah diketahui baik buruknya. karena buruk nya mereka telihat baik dan sebaliknya. sama halnya dengan saya bosan dengan media. mereka,beberapa mungkin, seakan memutar balikan fakta. membuat kebenaran tak terungkap dan kejahatan terus tertutup. semua terus kabur.
dilain kisah, saya kesal dengan mereka yang berkoar-koar memperbaiki bangsa dan ceramah memberi motivasi seenaknya seakan hidup itu mudah hanya di layar kaca. sebelumnya saya biasa saja. toh baik juga memberikan orang lain motivasi atau membuat acara-acara yang menunjang potensi. tapi sepertinya dibalik itu ada kepentingan pribadi atau kelompok.
ya mungkin ini hanya persepsi saya, tapi saya merasa kesal dan mungkin membuat tulisan saya berantakan. mereka mengaku dan berkoar demi kemajuan negara. memberi motivasi dan mendidik di layar kaca. mereka seakan mengaku merekalah yang paling mencintai Indonesia. tapi jika ditanya untuk mengisi acara langsung untuk pendidikan atau mendidik kita-kita generasi muda tidak sedikit dari mereka yang susah untuk diperjuangkan. mereka terlalu mahal dengan nama mereka. mungkin mereka tersialukan dengan nama mereka sendiri sehingga mereka lupa akan idealisme mereka sendiri. mereka menjadi terlena. kabur dari tujuan dan kata-kata mereka dilayar kaca.
jika niat mereka murni membangun bangsa, kenapa sulit untuk menjadi pendidik dengan durasi hanya 90 menit? pahlawan saja rela berperang bertahun-tahun bahkan mati di medan perang dengan jiwa mereka yang murni membela negara.
No comments:
Post a Comment