"kamu teh kenapa sih? selalu merasa ga bisa apa-apa. padahal bisa banget. tinggal dipupuk dan di seriusin"
di atas adalah kata-kata seorang Rifa yang sudah mengenal ku semenjak SMP. menjadi sahabat ku semenjak itu. kami taadi sempat membahas tentang betapa mindernya saya sampai keluar kata-kata itu dari rifa.
saya jadi teringat hari terakhir saya menjadi kelas 5 SD dulu. ada seorang guru, pak Tata namanya, yang menjadi wali kelas kami waktu itu. di hari terakhir tersebut di mengevaluasi kinerja setiap anak-anak. memberi komentar dan arahan. ketika dia menyebut nama saya, saya sedikit gugup. dia berkata "Reza itu pintar, tapi kurang menggali" hampir sama seperti apa yang Rifa katakan.
ya, mungkin saya kurang menggali, memupuki, mengurusi, menyeriusi suautu. saya terlalu banyak berleha-leha, minder, dan malu. dan yang lebih parah, saya masih terlalu kaku dan tunduk terhadap apa yang orang katakan. kalau kata devina "lu terlalu lemah."
tahun ini umur saya berkepala dua. saya tidak mau begitu saja melewatkan masa muda saya dengan sia-sia. kalau kata ka audrey "mumpung masih muda." masih banyak bakat yang harus saya kembangkan.
kalau dulu saya membuat post tentang betapa saya yang tidak memiliki bakat, sekarang saya sadar saya salah. saya memiliki banyak bakat, setidaknya hal yang saya suka. saya senang menulis, saya senang berakting (drama), saya senang menari, saya senang berlari, saya senang bernyanyi, saya senang bermain gitar. ya, walau bernyanyi dan bermain gitar saya tak pernah di puji, setidaknya saya senang saat bernyanyi dan bermain gitar.
tapi mengapa? saya hanya kurang mencoba. saya takut dihindari dari orang-orang sekitar. tapi sekarang, siapa peduli? mulai dari sekarang rasanya saya ingin melakukan hal-hal yang saya suka. saya ingin mencoba menjadi diri saya, atau mencari siapa saya sebenarnya. yang paling penting adalah menjadi apa saya nantinya?
butuh usaha keras dan komitmen di tahun ini, saya tahu itu. tapi mungkin ini saatnya saya bersikap dewasa dan mengambil segala kosekuensi nya. silahkan jika anda ingin mengkritik atau menjelekan saya. saya tidak peduli lagi.
semoga saya bisa berkomitmen untuk mencari diri saya. semoga ini bisa membawa saya menjadi apa yang sebenarnya saya inginkan. aktor kah? penari kah? penulis kah? atau apapun itu. Bismillah.