kemarin malam saya sempat sms-an dengan Rifa. dia bilang ada kata-kata aneh di blognya. tapi entah kenapa yang saya temukan malahan kata-kata yang menyentuh luar biasa disana. kata-kata indah tentang seorang ayah.
saya pernah menggambarkan ayah sebagai seorang malaikat di puisi saya waktu jaman SD. tapi itu sudah lalu sekali waktu saya baru-baru seuka menulis dan belajar berpuisi. ya, sejak kecil saya suka berpuisi. membaca dan menulis, untuk konsumsi sendiri.
kini, setelah beberapa tahun saya mengenal puisi, saya menemukan salah satu puisi yang bejudul 63 karya Rifa Nailufar ini saya begitu tersentuh. saya seperti ikut terbawa oleh kasih sayang yang ia ucapkan, saya menemukan arti sayang di puisi itu.
dan kini, rasa sayang dan keingininan saya untuk membahagiakan orang tua saya bertambah, jauh bertambah. makasih fa.
*jika anda ingin melihat puisinya, bisa dilihat disini
Thursday, January 10, 2013
Wednesday, January 9, 2013
Dikatai Labil
kadang saya bingung bagaimana menjalani ini semua. selalu ada ketakutan untuk melakukan sesuatu yang baru, melakukan suatu perubahan. sama seperti sekarang. saya sudah berniat untuk memilih dan kembali mencoba. menentukan jalan saya sendiri, matematika. saya tidak handal, hanya saja saya sangat menyukai pelajaran itu. matematika dan HI itu seperti coklat dan keju. saya suka keduanya, hanya saja saya akan lebih memilih coklat jika bisa memilih. coklat lebih pas di lidah saya dibandingkan keju. sama halnya seperti matematika yang lebih pas di otak saya dari pada teori-teori politik dan sebagainya.
saya memilih untuk kembali mencoba. semakin saya bersemangat semakin saya merasa nyaman disini, atau lebih tepatnya takut meninggalkan situasi seperti ini. jika memang iya saya berjodoh pergi, apa disana akan ada tempat yang layak dan bersahabat seperti disini? apa saya bisa menjadi lebih baik? apa saya bisa membuat mereka bangga? apa saya diam saja disini dan menjalankannya?
guru saya pernah berkata kepada saya "si Reza mah pinter, tapi lagi labil-labilnya."
kata-kata itu seperti tonjokan yang tepat mengenai perut saya. sakit. bukan karena saya di katai anak labil, tapi karena kenyataan bahwa memang benar saya masih labil. saya belum bisa mengambil keputusan. banyak pertimbangan dan akhirnya membenamkan cita-cita saya.
bahkan disaat saya menulis ini pun motivasi saya masih naik turun untuk kembali mencoba. apa bisa saya membuktikan bahwa disana saya bisa lebih baik? selalu pertanyaan itu yang ada di pikiran saya. dan saya sadar, sampai sekarangpun ternyata saya masih labil.
saya memilih untuk kembali mencoba. semakin saya bersemangat semakin saya merasa nyaman disini, atau lebih tepatnya takut meninggalkan situasi seperti ini. jika memang iya saya berjodoh pergi, apa disana akan ada tempat yang layak dan bersahabat seperti disini? apa saya bisa menjadi lebih baik? apa saya bisa membuat mereka bangga? apa saya diam saja disini dan menjalankannya?
guru saya pernah berkata kepada saya "si Reza mah pinter, tapi lagi labil-labilnya."
kata-kata itu seperti tonjokan yang tepat mengenai perut saya. sakit. bukan karena saya di katai anak labil, tapi karena kenyataan bahwa memang benar saya masih labil. saya belum bisa mengambil keputusan. banyak pertimbangan dan akhirnya membenamkan cita-cita saya.
bahkan disaat saya menulis ini pun motivasi saya masih naik turun untuk kembali mencoba. apa bisa saya membuktikan bahwa disana saya bisa lebih baik? selalu pertanyaan itu yang ada di pikiran saya. dan saya sadar, sampai sekarangpun ternyata saya masih labil.
Monday, January 7, 2013
BDG, SBY, atau CKG? Let's See...
"dunia apa yang sebenarnya saya ingini?", pertanyaan kepada diri sendiri yang sampai saat ini belum terjawab oleh diri saya sendiri.
hingga saat ini, saya tidak tahu apa yang saya ingini, saya cita-citakan, saya bakati, bahkan saya miliki. saya kadang masih merasa hampa dan tidak termotivasi. ya, cita-cita saya membahagiakan orang tua. tapi apakah itu berarti selalu berkata iya kepada mereka dan membuat saya memasuki dunia dimana itu bukanlah dunia saya?
sampai kemarin malam Rifa dan saya berbincang. saya sadar, Allah punya rencananya. rencana khusus. saya sadar, keluahan lah yang membuat saya tidak merasa nyaman. saya selalu mengeluh walau hanya kepada diri saya sendiri dan tidak berbuat apa-apa, selain mengeluh. saya belajar, ya saya belajar sangat keras, tetapi diselingin dengan keluhan. mungkin itu yang menghambat ilmu masuk kedalam otak saya.
saya sadar setelah berbincang, Allah punya rencana dan kita tinggal menjalankan sebaik-baiknya. selebih nya tinggal berserah diri, karena Allah akan memilihkan yang terbaik. sekarang saya akan melakukan yang terbaik, sebaik-baiknya, dan menunggu jawaban Allah apakah saya akan pergi kebandung dan bertemu dengan yang saya impikan? ke surabaya sendiri atau bersama teman terbaik saya untuk menuntut ilmu yang baru? atau diam disini, bersyukur dan terus berusaha menjadi yang terbaik?
Bismillah...
Liburan Istimewaku
sebenarnya pulang dari gor waktu itu pengen banget langsung nulis disini. hanya saja saya tak punya cukup koneksi internet yang memadai dan alhasil saya simpan dulu di words. berikut tulisan saya.
Malam ini,tertanggal lima januari 2013 saya terduduk ikhlas.
Saya bersyukur, penuh syukur. Allah masih memberikan saya liburan yang penuh
berkah dan istimewa. Saya bertemu orang-orang baru, atau lebih tepatnya
adik-adik baru. Keluarga baru saya. Banyak konflik dan hal lain memang yang
mengganggu, tapi justru itulah seninya. Itulah pemanisnya. Sampai-sampai saya
tak rela di malam terakhir libur semester saya, saya malah tertidur pulas tanpa
menulis disini.
Yang paling istimewa selain bertemu dengan keluarga ku dan
gadis strong ku Rifa, saya bertemu
dengan orang-orang hebat, adik-adik baruku. Mereka manja, ya sangat manja
sekali, tetapi mereka berhasil membuatku bangga hari ini. Sangat bangga. Benar
kata a luncur, salah satu senior saya di Taruna, saya malu bertemu dengan
pasukan. Kami belum dapat menjadi kakak yang baik tapi malah sudah berani
menganggap mereka sebagai keluarga. Tapi kita adalah tim, kita semua telah
menjalankan yang terbaik selama kurang dari dua minggu ini.
Terngiang juga kata-kata senior saya yang lain, “kita hebat.
Tapi kita tidak tahu kehebatan lawan seperti apa? Dan itulah kelemahan fatal
kita.” Yah kira-kira seperti itulah kurang lebih dan saya merasa jatuh dan
bodoh. Beliau benar dan saya hanyalah purna muda yang tak tahu apa-apa. Semoga
itu bisa menjadi perbaikan untuk tahun depan.
Tapi diluar itu saya merasa bangga, begitu bangga dan masih
bangga sampai sekarang. Saya tahu proses bagaimana mereka berjuang hanya untuk
mencari orang agar mereka bisa tampil dan menjadi juara tentunya. Disaat mereka merasa kesal karena satu
sama lain. Disaat mereka tekapar lemah karena terlalu banyak jalan ditempat
bersama saya (maaf ya pasukan hehe..). dan disaat mereka sangat mengesalkan
karena susah sekali dikasih tahu, sangat manja. Tapi tetap saja mereka membuat
saya bangga tepat di hari setelah saya merasa kecewa. Mereka membuktikan bahwa
mereka bisa berbuat lebih dan tidak mengecewakan dan ya, saya tidak kecewa sama
sekali.
Seperti kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepada pasukan,
saya tidak tahu sampai kapan saya bisa melupakan dan berhenti merindukan drap
langkah mereka, tawa mereka, bantingan mereka, pinternya mereka di arena
perang, suara merka, dan rasa bangga ini. Terimakasih pasukan!
Saya tahu Allah masih menyayangi kami. Dia tidak begitu saja
memberikan gelar besar kepada pemuda-pemua hebat dengan waktu singkat. Allah
ingin membuat kita tetap hebat, tak larut dalam kesombongan. Seperti yang kita
tahu, Allah telah membuat tujuh tingkat surga, tujuh tingkat neraka, tujuh
lapis langit, tujuh lapis bumi, tujuh lapis kulit dan tujuh-tujuh lainnya dan
untuk menunjukan rasa sayangnya Allah memberikan angka tujuh pada angkatan 25
dua kali berturut-turut. Itu bukan pujian ataupun hinaan, itu rasa syukur
karena saya tahu Allah punya rencana khusus untuk Taruna.
Sama seperti ibu, keluarga, dan calon istri saya, Taruna
selalu ada dalam doa saya.
Thursday, January 3, 2013
IPA atau IPS?
ini seperti kembali kemasa-masa SMA dulu kelas 10 disaat sedang galau-galaunya mencari tahu apa yang harus saya pilih, IPA atau IPS?
namun setelah banyak pemikiran, perundingan, dan perdebatan saya terjerumus dengan rumus-rumus fisika dan istilah-istilah kimia yang bahkan hanya saya mengerti untuk beberapa saat.
sekarang disaat saya sudah tak berada di SMA, saya kadang merasa merindukan rumus-rumus, grafik, kurva, dan semacamnya itu. saya rindu menjadi anak IPA. saya sangat merindukan Matematika, sangat rindu.
saya tahu Matematika di perkuliahan mungkin lebih berat dan tak tahu apa saya sanggup menghadapinya? tapi saya masih bercita-cita menjadi anak FMIPA-ITb. saya ingin menjadi ahli matematika, saya ingin menjadi ilmuwan.
kini, Ilman akan mengikuti kembali semacam test untuk masuk perguruan tinggi. saya tahu saya pernah mencobanya dan gagal, tapi kenapa saya harus menyerah?
saya rasa kuliah di President begitu mahal dan saya begitu kasian sama orang tua saya, ya walau dibandung akan sama saja. saya berniat untuk merantau ke tanah jawa yang jauh lebih timur dari pada rumah saya.
namun itu artinya saya harus bekerja lebih keras untuk bertahan 'IPS' demi menunjang nilai saya dan 'IPA' untuk mengejar cita-cita saya. namun walau saya hasilnya di terima disalah satu perguruan tinggi dan kembali memunggungi tittle IPA saya, saya tidak yakin orang tua saya mengizinkan. so, we'll see! Rencana Allah begitu unik dan tak terteduga.
namun setelah banyak pemikiran, perundingan, dan perdebatan saya terjerumus dengan rumus-rumus fisika dan istilah-istilah kimia yang bahkan hanya saya mengerti untuk beberapa saat.
sekarang disaat saya sudah tak berada di SMA, saya kadang merasa merindukan rumus-rumus, grafik, kurva, dan semacamnya itu. saya rindu menjadi anak IPA. saya sangat merindukan Matematika, sangat rindu.
saya tahu Matematika di perkuliahan mungkin lebih berat dan tak tahu apa saya sanggup menghadapinya? tapi saya masih bercita-cita menjadi anak FMIPA-ITb. saya ingin menjadi ahli matematika, saya ingin menjadi ilmuwan.
kini, Ilman akan mengikuti kembali semacam test untuk masuk perguruan tinggi. saya tahu saya pernah mencobanya dan gagal, tapi kenapa saya harus menyerah?
saya rasa kuliah di President begitu mahal dan saya begitu kasian sama orang tua saya, ya walau dibandung akan sama saja. saya berniat untuk merantau ke tanah jawa yang jauh lebih timur dari pada rumah saya.
namun itu artinya saya harus bekerja lebih keras untuk bertahan 'IPS' demi menunjang nilai saya dan 'IPA' untuk mengejar cita-cita saya. namun walau saya hasilnya di terima disalah satu perguruan tinggi dan kembali memunggungi tittle IPA saya, saya tidak yakin orang tua saya mengizinkan. so, we'll see! Rencana Allah begitu unik dan tak terteduga.
Jangan Hanya Bermain di Kotaku
dari malam tahun baru sebenarnya saya ingin menulis ini. menulis tentang pandangan saya sendiri yang baru saja terbuka tentang kota saya, Bogor. ditambah semenjak kedatangan dua teman saya dari daerah yang sangat berbeda. reza yang katanya lahir dimalang namun karena panggilan tugas ayahnya ia pindah kebontang dan sela yang tinggal dan lombok dan setahu saya pernah ngekos di jogja.
"jadi ga ada yang seru ya di Bogor?" kurang lebih itu yang sela ucapkan disaat kita hanya berkeliling gajelas mencari temat seru di Bogor dikarenakan kita sudah kekenyangan makanan tahun baru di tambah mereka dan Ilman habis menunggu saya selama dua jam melatih formasi untuk pasukan.
ya, di Bogor menurut saya juga tak ada tempat seru untuk bermain. kecuali bagi mereka yang sering menongkrong sampai tengah malam mereka akan menemukan banyak spot di Bogor, pinggiran ataupun tengah kota. bagi mereka yang suka bermain biliard, club, tempat futsal atau sebagainya juga banyak, namun itu bukan permainan saya.
"jadi ga ada yang seru ya di Bogor?" kurang lebih itu yang sela ucapkan disaat kita hanya berkeliling gajelas mencari temat seru di Bogor dikarenakan kita sudah kekenyangan makanan tahun baru di tambah mereka dan Ilman habis menunggu saya selama dua jam melatih formasi untuk pasukan.
ya, di Bogor menurut saya juga tak ada tempat seru untuk bermain. kecuali bagi mereka yang sering menongkrong sampai tengah malam mereka akan menemukan banyak spot di Bogor, pinggiran ataupun tengah kota. bagi mereka yang suka bermain biliard, club, tempat futsal atau sebagainya juga banyak, namun itu bukan permainan saya.
"Bogor menurut saya adalah tempat untuk wisata kuliner, belanja, jalan kaki ataupun lari pagi, dan tidur." - Reza Romano
walau bogor bukan kota budaya, bukan kota kuliner, bukan kota wisata, ataupun bukan kota apapun yang terdengar enak untuk liburan, Bogor merupakan tempat yang enak untuk beberapa aktivitas.
banyak tempat makan di Bogor yang enak. di Taman Kencana, Surya Kencana, Saras, Air Mancur, atau tempat-tempat lain. tapi favorit saya adalah tukang bubur ayam dimanapun itu dan makanan-makanan pinggir jalan. jika anda jalan-jalan di Bogor menggunakan kendaraan, anda akan sering mendapatkan makanan-makanan enak dibeberapa tempat. tapi pintar-pintarlah mencari tempat yang enak. cari referensi dari kerabat atau siapapun. dijamin ganyesel deh.
selain itu, di sepanjang jalan Pajajaran banyak sekali outlet-outlet yang menjual pakaian dan sebagainya. saya dan keluarga sering pergi kesana. selain itu banyak pula mall-mall yang cukup bagus dan menyediakan kebutuhan sandang kalian semua.
pohon di Bogor banyak, setidaknya lebih banyak dari cikarang, terutama di beberapa tempat di pusat kota karena disana ada Kebun Raya Bogor yang sisinya cuman pohon doang. di Kebun Raya Bogor ataupun pinggirannya, sempur, dan tempat-tempat seperti itu adalah tempat yang paling pas jika hanya untuk jalan-jalan mengobrol atau lari pagi. suasananya asik.
suasana di Bogor adem dan bikin mager, jika ga ada kerjaan bogor merupakan tempat yang pas buat istirahat. mungkin itu alasananya mengapa banyak orang-orang bikin vila di puncak. suasananya enak, pas buat tidur.
sekian tentang Bogor ku yang sering saya rindukan. bukan tempat bermainnya, tapi suasananya.
Resolusi 2013
hampir semua orang di jejaring social, teman ngobrol, bahkan saat saya berada di angkutan umum membicarakan resolusi dan ini pasti terjadi setiap awal tahun. kalo saya boleh jujur dan kalian bisa menjaga rahasia, sebenarnya saya tidak tahu loh arti resolusi itu sendiri apa? saya hanya sering mendengarnya. :|
kalo kata teman akrab saya di TARUNA (paskib SMA saya) pembendaharaan kata saya itu kurang. zzzz...
walaupun bagaimanapun, saya sebagai pemimpin masa depan (eeaa) tidak mau kalah dan ingin membuat resolusi. walau mungkin ini sudah telat karena hari ini sudah masuk hari ketiga tahun 2013, semoga tidak.
setelah berfikir-fikir, mendengarkan, dan menimbang saya punya resolusi, jika ini bisa disebut resolusi, saya akan lebih banyak belajar, membaca, menulis, dan peduli.
bahkan hari ini saya sudah membeli dua eksemplar koran untuk dibaca, walau sampai saat ini belum.
semoga semangat resolusi ini bisa bertahan.
terakhir, resolusi yang begitu tersirat di pikiran bahkan hati saya. resolusi yang timbul setelah pertengkaran yang berujung pemikiran, saya ingin lebih terbuka. saya ingin berbagi cerita hidup saya, saya ingin mencoba membuat orang mengerti akan diri saya. namun itu gagal, menurut saya.
bahkan di hari yang baru ketiga ini saya sudah merasa gagal. saya sempat cerita kepada teman-teman yang saya percaya dan tahu mereka bersikap netral kemarin, tapi saya merasa begitu bersalah setelahnya. saya begitu tidak enak dengan Rifa sebagai orang yang spesial di hati saya. saya ingin dia yang lebih tahu tentang saya. saya tidak enak dengan mereka yang membuat cerita itu terjadi, saya tidak berniat membicarakan kalian apalagi menjelek-jelekan kalian dan saya merasa bukan saya.
saya sempat berkirim pesan kepada Rifa bahwa setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk bercerita. mungkin blog ini adalah salah satu alternatif saya untuk memperkenalkan diri saya kepada mereka yang ingin lebih mengenal saya, terutama kamu. :)
Subscribe to:
Comments (Atom)