Monday, January 7, 2013

Liburan Istimewaku


sebenarnya pulang dari gor waktu itu pengen banget langsung nulis disini. hanya saja saya tak punya cukup koneksi internet yang memadai dan alhasil saya simpan dulu di words. berikut tulisan saya.

Malam ini,tertanggal lima januari 2013 saya terduduk ikhlas. Saya bersyukur, penuh syukur. Allah masih memberikan saya liburan yang penuh berkah dan istimewa. Saya bertemu orang-orang baru, atau lebih tepatnya adik-adik baru. Keluarga baru saya. Banyak konflik dan hal lain memang yang mengganggu, tapi justru itulah seninya. Itulah pemanisnya. Sampai-sampai saya tak rela di malam terakhir libur semester saya, saya malah tertidur pulas tanpa menulis disini.

Yang paling istimewa selain bertemu dengan keluarga ku dan gadis strong ku Rifa, saya bertemu dengan orang-orang hebat, adik-adik baruku. Mereka manja, ya sangat manja sekali, tetapi mereka berhasil membuatku bangga hari ini. Sangat bangga. Benar kata a luncur, salah satu senior saya di Taruna, saya malu bertemu dengan pasukan. Kami belum dapat menjadi kakak yang baik tapi malah sudah berani menganggap mereka sebagai keluarga. Tapi kita adalah tim, kita semua telah menjalankan yang terbaik selama kurang dari dua minggu ini.

Terngiang juga kata-kata senior saya yang lain, “kita hebat. Tapi kita tidak tahu kehebatan lawan seperti apa? Dan itulah kelemahan fatal kita.” Yah kira-kira seperti itulah kurang lebih dan saya merasa jatuh dan bodoh. Beliau benar dan saya hanyalah purna muda yang tak tahu apa-apa. Semoga itu bisa menjadi perbaikan untuk tahun depan.

Tapi diluar itu saya merasa bangga, begitu bangga dan masih bangga sampai sekarang. Saya tahu proses bagaimana mereka berjuang hanya untuk mencari orang agar mereka bisa tampil dan menjadi juara tentunya. Disaat mereka merasa kesal karena satu sama lain. Disaat mereka tekapar lemah karena terlalu banyak jalan ditempat bersama saya (maaf ya pasukan hehe..). dan disaat mereka sangat mengesalkan karena susah sekali dikasih tahu, sangat manja. Tapi tetap saja mereka membuat saya bangga tepat di hari setelah saya merasa kecewa. Mereka membuktikan bahwa mereka bisa berbuat lebih dan tidak mengecewakan dan ya, saya tidak kecewa sama sekali.

Seperti kata-kata terakhir yang saya ucapkan kepada pasukan, saya tidak tahu sampai kapan saya bisa melupakan dan berhenti merindukan drap langkah mereka, tawa mereka, bantingan mereka, pinternya mereka di arena perang, suara merka, dan rasa bangga ini. Terimakasih pasukan!

Saya tahu Allah masih menyayangi kami. Dia tidak begitu saja memberikan gelar besar kepada pemuda-pemua hebat dengan waktu singkat. Allah ingin membuat kita tetap hebat, tak larut dalam kesombongan. Seperti yang kita tahu, Allah telah membuat tujuh tingkat surga, tujuh tingkat neraka, tujuh lapis langit, tujuh lapis bumi, tujuh lapis kulit dan tujuh-tujuh lainnya dan untuk menunjukan rasa sayangnya Allah memberikan angka tujuh pada angkatan 25 dua kali berturut-turut. Itu bukan pujian ataupun hinaan, itu rasa syukur karena saya tahu Allah punya rencana khusus untuk Taruna.

Sama seperti ibu, keluarga, dan calon istri saya, Taruna selalu ada dalam doa saya. 

No comments:

Post a Comment