kakak saya bertanya "nyesel sibuk?" dan saya jawab dengan kata ngga kok.
mungkin ini saatnya melepas semuanya.
bersamaan dengan berakhirnya cerita, perasaan, sedih, rindu, semua itu. blog ini saya tinggalkan.
terimakasih.
Sleep All The Time
turn off your lamp, close your eyes, dream, and make your own future!
Friday, November 29, 2013
Sunday, November 24, 2013
desperado momento. :|
depresi. frustasi. kecewa. sedih.
entah apa lagi kata yang bisa menggambarkan keadaan seperti sekarang. baru kali ini saya benar-benar ingin melampiaskan segalanya. saya benar-benar ingin menghisap puntung rokok yang katanya bisa mengurangi beban, apa iya? dan parahnya.. baru kali ini saya tahu rasanya 'ingin bunuh diri'.
se-despresi itu? mungkin.
tapi saya masih punya akal, saya masih punya iman. saya sadar saya masih terlalu kanak-kanak untuk menghadapi hal-hal ini. banyak yang bilang "kalo jadi lu gue ga kuat ja". apa saya kuat? tidak. saya hanya berpura-pura kuat.
disaat orang bertanya "bagaimana?" saya belum tahu akan berakata apa. selama ini kata-kata yang dikeluarkan terasa salah. saya tidak berani lagi.
saya pengecut? mungkin. atau lebih tepatnya saya lemah. jika ada lagu yang menyaktakan "what doesn't kill you make you stronger" itu benar, dalam situasi seperti ini saya akan berfikir "what if it kills?"
entah semalam saya mimpi apa, tetapi saya sedikit mendapat pencerahan. entah apa yang saya pikirkan, tapi sekarang saya mendapat sedikit kelegaan. atau saya benar-benar tidak peduli if it really kills me.
entah apa lagi kata yang bisa menggambarkan keadaan seperti sekarang. baru kali ini saya benar-benar ingin melampiaskan segalanya. saya benar-benar ingin menghisap puntung rokok yang katanya bisa mengurangi beban, apa iya? dan parahnya.. baru kali ini saya tahu rasanya 'ingin bunuh diri'.
se-despresi itu? mungkin.
tapi saya masih punya akal, saya masih punya iman. saya sadar saya masih terlalu kanak-kanak untuk menghadapi hal-hal ini. banyak yang bilang "kalo jadi lu gue ga kuat ja". apa saya kuat? tidak. saya hanya berpura-pura kuat.
disaat orang bertanya "bagaimana?" saya belum tahu akan berakata apa. selama ini kata-kata yang dikeluarkan terasa salah. saya tidak berani lagi.
saya pengecut? mungkin. atau lebih tepatnya saya lemah. jika ada lagu yang menyaktakan "what doesn't kill you make you stronger" itu benar, dalam situasi seperti ini saya akan berfikir "what if it kills?"
entah semalam saya mimpi apa, tetapi saya sedikit mendapat pencerahan. entah apa yang saya pikirkan, tapi sekarang saya mendapat sedikit kelegaan. atau saya benar-benar tidak peduli if it really kills me.
Tuesday, November 19, 2013
Gagal
saya benar-benar merasa gagal. dulu saya mempunyai cita-cita untuk menjadi ketua bem, walikota Bogor, bahkan Presiden Indonesia. kini saya pesimis. memipin satu acara saja saya belum bisa. hal-hal yang menyangkut kepemimpinan dalam diri saya ternyata sangat kurang. atau saya ternyata memang bukan tipe pemimpin.
saya sadar, saya telah gagal memimpin acara ini, gagal menjadi pacar, gagal menjadi sahabat. dan ini semakin membuat saya sadar, apa saya akan gagal juga sebagai anak? atau gagal sebagai manusia?
saya kira dulu banyak kegiatan akan membuat saya siap untuk terjun di dunia kerja dan menjadi seorang pemimpin. ternyata saya salah. ini malah membuat saya gagal di hampir semua hal.
mungkin ini bukan saatnya saya mengeluh. mungkin ini saatnya saya memperbaiki apa yang telah saya abaikan.
ternyata apa yang di ucapkan Chaerul Tanjung itu benar, kira-kira kata-kata yang menyempaikan "mulailah dari apa yang bisa kau kerjakan".
saya sadar, saya telah gagal memimpin acara ini, gagal menjadi pacar, gagal menjadi sahabat. dan ini semakin membuat saya sadar, apa saya akan gagal juga sebagai anak? atau gagal sebagai manusia?
saya kira dulu banyak kegiatan akan membuat saya siap untuk terjun di dunia kerja dan menjadi seorang pemimpin. ternyata saya salah. ini malah membuat saya gagal di hampir semua hal.
mungkin ini bukan saatnya saya mengeluh. mungkin ini saatnya saya memperbaiki apa yang telah saya abaikan.
ternyata apa yang di ucapkan Chaerul Tanjung itu benar, kira-kira kata-kata yang menyempaikan "mulailah dari apa yang bisa kau kerjakan".
Wednesday, October 30, 2013
aku, kamu, dan mungkin.. kita.
ini adalah moment dimana kau mulai adar bahwa perasaan dan ikatan itu tak selamanya menghalangi. ditengah kegiatan membuat paper untuk ujian saya mendapatkan pesan dari rifa. dia bilang dia kangen. dia takut saya marah karena satu dan beberapa hal. tenang fa, aku takkan marah. sempat aku merasa kecewa, namun aku sadar aku bukan kecewa padanya, aku kecewa pada diriku sendiri.
sempat aku merasakan bahwa perasan dan ikatan itu tak banyak menguntungkan. aku belajar menjaga jarak. untuk beberapa hal itu berhasil, tapi untuk rifa? itu tak berhasil sama sekali.
semenjak hari itu, hampir setiap malam dia selalu ada di mimpi saya. mungkin terdengar agak lebay, tapi begitulah. aku sadar aku merindukannya. aku masih sayang dia.
namun aku percaya kamu tahu, aku menyayangimu dengan caraku. kau boleh menyayangiku dengan caramu. mungkin nanti kita akan menemukan cara kita untuk menyayangi. :)
Tuesday, September 24, 2013
Demam Panggung
hai halaman yang sudah usang. lama tak menulis. belakangan ini saya semakin tidak bisa mengontrol waktu. benar kata Rifa, seharusnya saya bisa memanage waktu dengan baik. saya mungkin tak sesibuk yang lain, tapi entah mengapa saya seperti lebih mengabaikan orang-orang diluar radius 3 meter dari diri saya.
masih ada beberapa event besar menunggu didepan. ada beberapa diantaranya saya merasa gabut. saya ga tahu karena apa tapi sepertinya saya ketinggalan banyak info tentang event itu. saya lbih memilih untuk bersikap "yasudahlah" akhir-akhir ini.
namun akhir-akhir ini saya di percayai untuk memegang peran ketua dibeberapa kegiatan, semakin membuat saya minde. saya semakin tidak percaya diri dan tidak tahu harus menjadi pemimpin seperti apa? semua datang bertubi-tubi. dan jujur, ini membuat saya menjadi sosok yang emosian. saya menjadi orang yang mudah marah walau saya selalu menhan diri untuk tidak marah-marah, tidak percaya dengan orang lain, dan kesal setiap ada orang yang susah untuk diandalkan padahal sebelumnya sudah dipercaya. mungkin saya demam panggung.
untuk orang-orang yang ada disekitar saya, please... kritik dan berikan saya saran.
Sunday, September 1, 2013
3 Tipe
katanya jadi penulis harus banyak memperhatikan. jadi musisi harus banyak mendengar. jadi seniman harus banyak melihat. dan sebagainya dan sebagainya. tetapi bagiku, sebagai pemimpin kita harus banyak mendengar, melihat, memperhatikan, merasa, dan melakukan segala hal. maka dari itu saya setuju jika para kepo-ers adalah calon-calon pemimpin. #loh
maka dari itu, sama seperti dulu saya sering melihat, mendekati, dan merasakan berada didekat orang-orang yang nantinya akan menjadi generasi tua. yang nantinya akan di protes atau memprotes generasi muda kelak. sehingga saya membagi manusia sekeliling saya menjadi 3 tipe.
tipe pertama adalah tipe yang saya suka, orang yang enak dijadikan teman dan kerabat kerja. tipe ini adalah orang yang mengerti kau sebagai manusia biasa, dan bisa bekerja sama dengan profesional. bisa membagi dua dunia, antara kerjaan dan pribadi. tidak mencampurkan segalanya dan yang paling penting, punya interest yang sama di kedua dunia. sehingga akan terus nyambung dan sebagainya. apalagi jika memang tipe kerja kalian sama.
yang kedua adalah tipe orang yang enak di ajak temenan tapi ga di ajak kerja. tipe yang banyak di temui. orang-orang yang enak di ajak ngobrol dan bercanda. bisa membawa suasana tapi susah untuk diajak serius dan kerja cepat. banyak menunda bdan beralasan. selalu mencari simpati dan toleransi.
yang ketiga adalah tipe orang yang enak di ajak kerja tapi ga di ajak temenan. orang-orang yang kerja nya bagus, cepat, dan tepat namun bukan orang yang bagus untuk dijadikan teman. atau bisa dibilang, orang yang bisa diajak ngbrol dan kerja secara profesional tapi ga punya interes yang sama di daily life.
tapi saya yakin, kita semua membutuhkan orang-orang dengan tiga tipe tadi dalam suatu organisasi. mungkn bagus jika semua anggota satu organisasi memiliki tipeyang pertama, tapi nantinya kita akan menjadi tertutup dengan dunia luar, kita akan terfokus hanya pada beberapa orang. anggota organisasi itu saja. kita bermain dan bekerja dengan orang yang sama, sehingga kita tidak punya skill "dealing" dengan karakteristik yang berbeda bukan?
kalau ditanya gue tipe yang mana? tergantung. :p
Dilema Diri
entah mengapa belakangan ini banyak yang harus saya pikirkan. keadaan yang membuat saya tertekan ini malah membuat saya tak memikirkan apa-apa. kekanak-kanakan memang, tapi begitu adanya. saya semakin malas mengambil keputusan berjangka panjang karena waktu berfikirpun sedikit. atau saya malah lebih memilih membaca komik dari pada kesal sendiri.
belakangan ini juga saya sudah memulai mengambil langkah untuk melakukan apa yang saya mau. saya mulai tidak peduli dengan kata orang, dan menghilangkan rasa toleransi dan tidak enakan saya. untuk beberapa bagian, itu memang menyenangkan dan membuat saya menjadi apa adanya. tapi disisi lain, ini tak semudah itu.
dengan banyak nya acara dan hal-hal yang saya pikirkan membuat otak saya menjadi rumit. saya tidak tahu mana yang harus diprioritaskan. ditambah, with the name of "be myself" membuat saya menjadi agak tidak percaya dengan kinerja orang lain. membuat saya sedikit perfeksionis. dan itu membuat saya merasa, kebebasan saya arus mengorbankan beberapa orang disekitar saya,
mungkin ada beberapa orang yang terbiasa dengan perubahan dan hidup keras, tapi beberapa tidak. dengan menjadi diri sendiri bukan berarti saya harus keras dan tidak peduli pada orang lain bukan? karena pada suatu saat saya tahu saya akan membutuhkan mereka, dan saat ini pula kita menjadi individual yang saling membutuhkan.
saling membutuhkan ini harus didasari rasa nyaman pula. disaat kita nyaman, kita pula akan datang saat butuh. tapi hidup tidak sebaik pandangan para liberalis. kadang rasa nyaman yang kita berikan, menjadi candu pada orang lain. ia terus berada di pangkuan kita dan terus saja begitu. namun, disaat kita berdiri dan melepaskan pangkuan serta berkata "duduklah di tempatmu sendiri" tidak semua orang menerimanya. kadang ia akan merasa dongkol dan menganggap kita bukan orang yang asik untuk dijadikan teman. sehingga pada akhirnya kita harus memilih, menyamankan diri kita sendiri atau orang lain?
belakangan ini juga saya sudah memulai mengambil langkah untuk melakukan apa yang saya mau. saya mulai tidak peduli dengan kata orang, dan menghilangkan rasa toleransi dan tidak enakan saya. untuk beberapa bagian, itu memang menyenangkan dan membuat saya menjadi apa adanya. tapi disisi lain, ini tak semudah itu.
dengan banyak nya acara dan hal-hal yang saya pikirkan membuat otak saya menjadi rumit. saya tidak tahu mana yang harus diprioritaskan. ditambah, with the name of "be myself" membuat saya menjadi agak tidak percaya dengan kinerja orang lain. membuat saya sedikit perfeksionis. dan itu membuat saya merasa, kebebasan saya arus mengorbankan beberapa orang disekitar saya,
mungkin ada beberapa orang yang terbiasa dengan perubahan dan hidup keras, tapi beberapa tidak. dengan menjadi diri sendiri bukan berarti saya harus keras dan tidak peduli pada orang lain bukan? karena pada suatu saat saya tahu saya akan membutuhkan mereka, dan saat ini pula kita menjadi individual yang saling membutuhkan.
saling membutuhkan ini harus didasari rasa nyaman pula. disaat kita nyaman, kita pula akan datang saat butuh. tapi hidup tidak sebaik pandangan para liberalis. kadang rasa nyaman yang kita berikan, menjadi candu pada orang lain. ia terus berada di pangkuan kita dan terus saja begitu. namun, disaat kita berdiri dan melepaskan pangkuan serta berkata "duduklah di tempatmu sendiri" tidak semua orang menerimanya. kadang ia akan merasa dongkol dan menganggap kita bukan orang yang asik untuk dijadikan teman. sehingga pada akhirnya kita harus memilih, menyamankan diri kita sendiri atau orang lain?
Subscribe to:
Comments (Atom)