selalu banyak yang ingin saya tulis, diluar ketakutan saya. entah mengapa disaat saya sudah membuka lembaran kertas atau blog ini, saya merasa buntu. saya tidak tahu harus menulis apa?
dimulai dari keinginan saya untuk memiliki keluarga yang 'berbudaya'. yang dimaksud adalah seprti keluarga jawa yang masih berbudaya jawa dan masih menerapkan adat-adatnya. atau budaya apapun itu. disaat saya ditanya, "lu suku apa ja?" gue menjawab sunda. karena sepertinya hanya budaya sunda yang lebih saya mengerti dan saya tahui.
pada kenyataannya sayapun masih bingung dari suku mana darah saya berasal? mungkin saya memiliki banyak darah suku. apa saya harus memilih? saya rasa tidak, atau mungkin iya. sayapun masih bingung.
keluarga saya berada di pulau sumatera dan pulau jawa. mereka masih memegang adat masing-masing dimana saya bingung harus mengadopsi yang mana, dan saya belum mengadopsi budaya apa-apa.
namun saya ingin suatu saat nanti saat saya memiliki keluarga sendiri, saya memiliki keluarga yang 'berbudaya'. atau mungkin saya ingin membuat budaya keluarga saya sendiri. apapun itu, toh saya masih orang indonesia asli. saya bangga,
dan pula saya ingin meningkatkan skill gitar saya. saya merasa bodoh. gitar saya selalu berada didekat saya, dikamar saya. tapi saya jarang sekali menghiraukannya. saya terlalu sibuk sampai tak sempat untuk memegangnya atau lebih tepatnya terlalu malas. saya ingin menggunakan liburan 3 minggu ini untuk mningkatkan skill gitar saya. doakan niat saya terkabul.
entahlah apalagi yang saya ingin saya tulis. kadang tersirat sesuatu di benak tapi sarana sedang tak mendukung dan itu hilang begitu saja. mungkin saya harus lebih sigap.
Wednesday, March 20, 2013
Merindu
akhir-akhir ini saya merasa jahat dengan orang-orang yang dekat dengan saya. kadang saya merasa candaan saya terlalu berlebihan terhadap mereka. maaf. saya tidak bermaksud menyakiti hati kalian ataupun semacamnya. seratus persen saya hanya bercanda.
kadang kala pula saya merasa jahat terhadap diri saya. saya bukan orang yang mudah menunjukan kepedulian saya terhadap orang-orang disekitar saya. kadang saya takut. ketidak pedulian saya membawa saya kepada kesendirian. saya kadang berfikir mengapa saya sangat sulit mengungkapkan perasaan menjadi tindakan. apa karena faktor biologis? saya rasa tidak. banyak lelaki lain dengan mudahnya mengekspresikan perasaan dan kecintaan mereka.
percayalah, saya sayang dengan kalian. orang tuaku, kakak-adik ku, keluargaku, sahabat-sahabatku, teman-temanku. dan kamu, calon istriku. sering sekali aku merindukan kalian dan berharap kalian berada di sampingku. selalu.
seperti saat ini, saya sedang sendiri dan merindukan kalian.
kadang kala pula saya merasa jahat terhadap diri saya. saya bukan orang yang mudah menunjukan kepedulian saya terhadap orang-orang disekitar saya. kadang saya takut. ketidak pedulian saya membawa saya kepada kesendirian. saya kadang berfikir mengapa saya sangat sulit mengungkapkan perasaan menjadi tindakan. apa karena faktor biologis? saya rasa tidak. banyak lelaki lain dengan mudahnya mengekspresikan perasaan dan kecintaan mereka.
percayalah, saya sayang dengan kalian. orang tuaku, kakak-adik ku, keluargaku, sahabat-sahabatku, teman-temanku. dan kamu, calon istriku. sering sekali aku merindukan kalian dan berharap kalian berada di sampingku. selalu.
seperti saat ini, saya sedang sendiri dan merindukan kalian.
Sunday, March 10, 2013
Kopiku Dingin
waktu di kelas saya selalu setuju dengan take home exam. tapi sekarang saya malah berkeluh kesah. entah mengapa semua terasa berat. mungkin karena saya terlalu mudah dialihkan perhatiaannya dan tidak begitu mengubris soal-soal tersebut karena deadline yang masih tergolong lama? entahlah.
hari ini saya hanya membereskan rumah yang tak pernah ada habisnya. disaat selelsai menyapu dan mengepel, kucing-kucing kembali mengotorinya. saat mencuci piring, kembali dipakai dan masuk ke bak cuci piring lagi. dan begitu saja seharian ini.
saya melompat dan bernyanyi tak jelas untuk menghilangkan penat. atau mengumpulkan semangat lebih tepatnya. menetralkan rindu yang kian membesar. memakan segala yang memungkinakan. aku terlalu kenyang untuk bekerja. aku membutuhkan motivasi.
alhasil, belum ada kemajuan yang berarti dengan paper-paper saya. sampai teman saya ichwan mengingatkan saya untuk mengrjakan paper-paper tersebut, saya masih teralihkan dengan pertandingan juventus lawan catania malam ini. beruntung juventus dapat menyetak angka di menit terakhir.
kembali saya ke depan laptop saya dan mencoba mengerjakan. saya bosan dan lelah. saya putar channel dan menemukan pertandingan lain. liverpool vs tottenham, saya kembali teralihkan. bahkan sampai sekarang saya malah menulis tak karuan dan melupakan kopi saya yang telah dingin.
kopiku menungguku mengerjakan paper.
hari ini saya hanya membereskan rumah yang tak pernah ada habisnya. disaat selelsai menyapu dan mengepel, kucing-kucing kembali mengotorinya. saat mencuci piring, kembali dipakai dan masuk ke bak cuci piring lagi. dan begitu saja seharian ini.
saya melompat dan bernyanyi tak jelas untuk menghilangkan penat. atau mengumpulkan semangat lebih tepatnya. menetralkan rindu yang kian membesar. memakan segala yang memungkinakan. aku terlalu kenyang untuk bekerja. aku membutuhkan motivasi.
alhasil, belum ada kemajuan yang berarti dengan paper-paper saya. sampai teman saya ichwan mengingatkan saya untuk mengrjakan paper-paper tersebut, saya masih teralihkan dengan pertandingan juventus lawan catania malam ini. beruntung juventus dapat menyetak angka di menit terakhir.
kembali saya ke depan laptop saya dan mencoba mengerjakan. saya bosan dan lelah. saya putar channel dan menemukan pertandingan lain. liverpool vs tottenham, saya kembali teralihkan. bahkan sampai sekarang saya malah menulis tak karuan dan melupakan kopi saya yang telah dingin.
kopiku menungguku mengerjakan paper.
Saturday, March 9, 2013
Sekelilingku Ungu
hari ini saya memutuskan untuk pulang ke Bogor. saya mendapat kabar bahwa kamis kemarin keluarga saya pindah rumah (lagi). baru saja tadi siang saya menanyakan kepada ibu saya alamat rumah baru kita. awalnya saya buta, tapi ternyata tak susah dicari.
setelah shalat Dzuhur saya memberekan piring-piring kotor dikamar dormitory saya. entah mengapa siang itu rasa rindu saya akan rumah yang bahkan belum saya lihat bergelora. saya merindukan rumah. saya merindukan keluarga saya tepatnya.
saya berngkat dari jababeka anatara pukul 1 samapai 2 siang. semua tanpa hambatan. saya menemukan angkutan bernomor 42, 17, dan bis agramas dengan mudahnya. bahkan begitu saya naik bus, supirnya menyalakan mesin petanda bus akan berngkat. seakan alam pun merestui dan mendukung kepulangan saya. saya duduk di kursi paling depan sebelah kiri. bersama seorang lelaki tak dikenal yang tidur dengan lelapnya hingga memakan tempat berlebih.
hari itu panas, panas sekali. saya berkeringat deras saat menaiki bus dan merasa pegal karena benar-benar arus berbagi tempat. tapi saya ikhlas karena saya akan pulang.
sesampainya di Bogor seperti biasa saya merasa lega. saya rindu suasana di Bogor. terlebih saya senang karena disambut dengan awan mendung bogor yang menyejukan, yang membuat saya merindu.
setelah saya menunaikan shalat Ashar di Mesjid Raya Bogor yang baru saja di renovasi saya menaiki angkutan 13 dengan berkata "mutiara mang?". setelah memberi kode setuju dari supir angkutan, saya menaiki angkutan tersebut.
saya mengirim pesan pendek ke ibu saya dan Ilman, salah satu sobat karib saya. "gimana tahunya kalau udah deket?" mereka langsung menjawab dengan hasil yang memuaskan. alhasil saya datang ketempat dimana keluarga saya berkumpul. kami berpelukan.
seketika hujan turun. alam memang mendukung saya untuk pulang dengan selamat. sekiranya begitu. alhamdulillah, saya bisa menetralkan rindu saya akan keluarga saya, dan rumah baru saya. hingga kini saya duduk di hadapan netbook saya dan dikelilingi dengan tembok ungu. suasana baru.
setelah shalat Dzuhur saya memberekan piring-piring kotor dikamar dormitory saya. entah mengapa siang itu rasa rindu saya akan rumah yang bahkan belum saya lihat bergelora. saya merindukan rumah. saya merindukan keluarga saya tepatnya.
saya berngkat dari jababeka anatara pukul 1 samapai 2 siang. semua tanpa hambatan. saya menemukan angkutan bernomor 42, 17, dan bis agramas dengan mudahnya. bahkan begitu saya naik bus, supirnya menyalakan mesin petanda bus akan berngkat. seakan alam pun merestui dan mendukung kepulangan saya. saya duduk di kursi paling depan sebelah kiri. bersama seorang lelaki tak dikenal yang tidur dengan lelapnya hingga memakan tempat berlebih.
hari itu panas, panas sekali. saya berkeringat deras saat menaiki bus dan merasa pegal karena benar-benar arus berbagi tempat. tapi saya ikhlas karena saya akan pulang.
sesampainya di Bogor seperti biasa saya merasa lega. saya rindu suasana di Bogor. terlebih saya senang karena disambut dengan awan mendung bogor yang menyejukan, yang membuat saya merindu.
setelah saya menunaikan shalat Ashar di Mesjid Raya Bogor yang baru saja di renovasi saya menaiki angkutan 13 dengan berkata "mutiara mang?". setelah memberi kode setuju dari supir angkutan, saya menaiki angkutan tersebut.
saya mengirim pesan pendek ke ibu saya dan Ilman, salah satu sobat karib saya. "gimana tahunya kalau udah deket?" mereka langsung menjawab dengan hasil yang memuaskan. alhasil saya datang ketempat dimana keluarga saya berkumpul. kami berpelukan.
seketika hujan turun. alam memang mendukung saya untuk pulang dengan selamat. sekiranya begitu. alhamdulillah, saya bisa menetralkan rindu saya akan keluarga saya, dan rumah baru saya. hingga kini saya duduk di hadapan netbook saya dan dikelilingi dengan tembok ungu. suasana baru.
Subscribe to:
Comments (Atom)