mungkin saya kurang sopan menulis hal yang satu ini. mungkin saya kurang berpengalaman atau semcamnya tapi saya hanya penasaran dan mencoba menjabarkan pertanyaan. apakah nanti ada yang dapat menjawab atau tidak saya serahkan pada waktu.
orang tua sekarang banyak, banyak yang tingkahnya tidak saya mengerti. tapi saya tahu mereka menginginkan yang terbaik untuk anaknya. atau untuk nama keluaraga, atau untuk nama mereka. saya tahu mereka menginginkan anaknya di jalan yang benar. atau dijalan yang dulu mereka ambil, atau jalan yang mereka tak sempat ambil, atau jalan yang mana orang bilang itu lebih baik. ridha orang tua juga kan ridha Allah. tapi Allah lebih tahu yang terbaik dari pada orang tua kan?
banyak cerita dan pengalaman teman-teman yang saya dengar. ada orang tua yang rela berkorban jual tanah untuk pendidikan anaknya, tapi baiknya anaknya lebih memilih untuk meringankan beban orang tuanya dan mengambil beasiswa. walau dia tahu, pilihan itu bukan apa yang ia ingini. saat itu. tapi ada juga orang tua yang memaksakan anaknya masuk kedokteran padahal dia menginginkan perminyakan. katanya itu lebih baik. tapi, lebih baik mana? kekaguman orang lain atau kebahagian anak?
dan yang masih saya sering dengar adalah disaat orang tua berharap anaknya mandiri, namun iya bahkan tidak mengenalkan tanggung jawab secara praktek? orang tua sekarang lebih suka ceramah dan mengomel dan itu saya anggap 'pemberian teori'. padahal selama 12 tahun kita diajarkan secara teori tentang tenggang rasa, toleransi, tanggung jawab dan lain-lain. apakah harus dirumah juga diajarkan teori? alhasil anak-anak juga pandai berteori. dibuktikan dengan seringnya mendumel dan pandai mencari alasan. atau menangis dipojokan.
saya mungkin belum tahu, bahkan belum kepikiran, tentang mendidik anak yang baik. tapi mengapa banyak orang tua yang ingin anak nya aktif tapi abis sekolah harus les sana sini? mengapa banyak orang tua yang mau anaknya bisa masak tapi pegang pisau atau dekat kompor pun tak boleh? mengapa banyak orang tua berharap anaknya dewasa disaat ketegasan aja ga pernah ada? bagaimana berharap anaknya jadi pemimpin hebat disaat mengambil keputusan saja masih plin-plan?
padahal semua berawal dari orang tua. semua berawal dari keluarga.
Thursday, August 8, 2013
Monday, August 5, 2013
Saya Tidak keren
saya tidak banyak mengenal sosok. saya bukan orang yang betah membaca buku biografi, bukan orang yang mengenal banyak orang. bukan orang yang gemar mencari tahu tentang kehidupan orang lain. walau kadang saya dibilang "rumpi", jujur itu hanya untuk mencairkan susasana. yang saya pelajari, rumpi merupkan sarana yang baik untuk bersosialisasi.
tapi sekarang saya ingin mencoba beberapa sosok lelaki yang bias di bilang keren.
karena saya kurang membaca dan mengenal, maka saya berusaha mengamati. dari keseharian, buku yang saya baca, ataupun cerita fiktif di berbagai media. sehingga saya menyimpulkan lelaki keren itu dibagi menjadi 3. keren karena berprestasi, keren karena multi talenta, keren karena mendobrak peraturan.
orang yang keren karena berprestasi biasanya pintar. dia biasa didekati dan disukai wanita. biasanya tidak terlalu peduli sama penampilan. lelaki keren ini lebih banyak di jadikan suami dari pada pacar. maka dari itu, biasanya lelaki keren satu ini mantannya dikit. tapi tetap saja, dia beprestasi dan setiap dia maju kedepan dan mengambil piala akan ada beberapa orang yang bilang "keren yah?".
yang kedua keren karena multi talenta. tipe ini keren karena biasanya otak kanan dan kiri nya jalan. berparas menarik. bias melakukan lebih dari satu hal. setiap dia melakukan sesuatu orang akan bilang "wah kereen" dan begitu pun melakukan hal lain. sampai pada akhirnya akan ada ucapan "keren ya dia? bias apa aja."
terakhir adalah orang keren karena ia merupakan pemberontak. biasanya ia digambarkan sebagai sosok yang agak berantakan tapi tetap terlihat macho. ia terlihat keren sama cewek-cewek karena ia mempunyai cara tersendiri untuk hidup. otomatis dia harus ganteng pula baru di bilang keren. biasanya dia lebih mengunggulkan otot dari pada otak. dan cowok seperti ini lebih banyak di jadikan pacar dari pada suami. sehingga para temen pacarnya akan bilang "cowok lu keren ya? macho."
bagaimana dengan saya? sekalian curhat, saya tidak masuk ke dalam ketiganya. saya tidak merasa keren karena saya tidak merasa pintar, multi talenta, ataupun pemberontak. saya lebih seperti orang yang tidak terlihat. saya terlihat disaat saya membuat keributan. saya lebih banyak menghancurkan dari pada menciptakan. seperti bebrapa hari ini, motor saya sudah mengalami keanehan karena dua hal. yang pertama entah mengapa terdapat bunyi 'nyerinyit' dan barusan saya mendapatkan kecelakan karena menabrak bagian belakang motor orang. alhasil, entah motor saya keselip sesuatu atau ada yang longgar, motor saya mengeluarkan suara menyeramkan. sampai saat ini orang tua saya belum tahu. mungkin besok akan saya kasih tahu. tapi ini mebuat saya semakin sadar, jadi apa saya besar nanti kalau kerjaan saya hanya merusak?
tapi sekarang saya ingin mencoba beberapa sosok lelaki yang bias di bilang keren.
karena saya kurang membaca dan mengenal, maka saya berusaha mengamati. dari keseharian, buku yang saya baca, ataupun cerita fiktif di berbagai media. sehingga saya menyimpulkan lelaki keren itu dibagi menjadi 3. keren karena berprestasi, keren karena multi talenta, keren karena mendobrak peraturan.
orang yang keren karena berprestasi biasanya pintar. dia biasa didekati dan disukai wanita. biasanya tidak terlalu peduli sama penampilan. lelaki keren ini lebih banyak di jadikan suami dari pada pacar. maka dari itu, biasanya lelaki keren satu ini mantannya dikit. tapi tetap saja, dia beprestasi dan setiap dia maju kedepan dan mengambil piala akan ada beberapa orang yang bilang "keren yah?".
yang kedua keren karena multi talenta. tipe ini keren karena biasanya otak kanan dan kiri nya jalan. berparas menarik. bias melakukan lebih dari satu hal. setiap dia melakukan sesuatu orang akan bilang "wah kereen" dan begitu pun melakukan hal lain. sampai pada akhirnya akan ada ucapan "keren ya dia? bias apa aja."
terakhir adalah orang keren karena ia merupakan pemberontak. biasanya ia digambarkan sebagai sosok yang agak berantakan tapi tetap terlihat macho. ia terlihat keren sama cewek-cewek karena ia mempunyai cara tersendiri untuk hidup. otomatis dia harus ganteng pula baru di bilang keren. biasanya dia lebih mengunggulkan otot dari pada otak. dan cowok seperti ini lebih banyak di jadikan pacar dari pada suami. sehingga para temen pacarnya akan bilang "cowok lu keren ya? macho."
bagaimana dengan saya? sekalian curhat, saya tidak masuk ke dalam ketiganya. saya tidak merasa keren karena saya tidak merasa pintar, multi talenta, ataupun pemberontak. saya lebih seperti orang yang tidak terlihat. saya terlihat disaat saya membuat keributan. saya lebih banyak menghancurkan dari pada menciptakan. seperti bebrapa hari ini, motor saya sudah mengalami keanehan karena dua hal. yang pertama entah mengapa terdapat bunyi 'nyerinyit' dan barusan saya mendapatkan kecelakan karena menabrak bagian belakang motor orang. alhasil, entah motor saya keselip sesuatu atau ada yang longgar, motor saya mengeluarkan suara menyeramkan. sampai saat ini orang tua saya belum tahu. mungkin besok akan saya kasih tahu. tapi ini mebuat saya semakin sadar, jadi apa saya besar nanti kalau kerjaan saya hanya merusak?
Subscribe to:
Comments (Atom)