Wednesday, April 10, 2013

BIngung Sendiri

saya adalah orang yang senang berjalan. saya ingin membudayakan berjalan kaki. saya pula senang berjalan dengan cepat. entah mengapa itu hadir dengan alaminya. sampai-sampai teman saya tidak jarang menegur saya untuk memperlambat kecepatan jalan saya. mungkin hanya rifa, seorang yang saya kenal, berjalan dengan cepat bahkan melebihi saya. kita senang berjalan, dan dengan kecepatan penuh. entah mengapa.

lebih lagi saya senang berjalan di depan. entah mengapa saya agak kmerasa kagok jika berjalan di belakang seseorang. saya tidak suka menahan langkah saya. terasa pegal di lutut. tapi sepertinya saya akhir-akhir ini sedang mencoba memperlambat jalan saya dan berbaur dengan gerombolan.

oh ya, banyak yang bilang juga jalan di depan itu tipe orang-orang memimpin. tapi sepertinya saya bukan atau belum sampai ketahap seperti itu. saya belum siap memimpin. entah mengapa saya belum menemukan kesenangan memimpin. saya lebih suka berbaur dan menjajarkan posisi.

mungkin dikarenakan saya belum menemukan sosok untuk dijadikan contoh. mungkin saya belum banyak membaca dan memperhatikan sosok-sosok pemimpin. karena pemimpin-pemimpin yang diberitakan atau yang berada disekitar saya tidak memuaskan saya. mereka pemimpin yang hanya memimpin dengan standard yang biasa-biasa saja atau mungkin beberapanya saya anggap buruk. saya lebih memilih diri saya sendiri, tak ingin menjadi pemimpin sebelum saya tahu benar apa yang akan saya lakukan.

pemimpin-pemimpin yang saya temui lebih kearah beberapa tipe. seperti mereka yang jago berbicara dan berdiplomasi, memiotivasi dan sebagainya tapi jarang melihat keadaan dibawah dan akhirnya hanya memaksakan kehendak sendiri. andai saja mereka mau melihat keadaan yang terjadi dan ikut merasakan pekerjaan bawahan walau sebentar, mungkin mereka akan menjadi pemimpin yang hebat nantinya.

atau mereka yang pandai berbiacara namun tak pandai bekerja sama sekali. saya agak muak dengan mereka. mereka seperti anti aturan. sebagai contoh mereka berkoar-koar untuk datang tepat waktu disaat mereka sendiri datang terlambat. membuat kesal dan lebih baik tidak usah dibicarakan.

dan terakhir pemimpin yang pasrah, seperti saya mungkin. pemimpin yang kadang memilliki ide yang bagus, memiliki kinerja dan etos tinggi bagus namun mereka tak bisa berkomunikasi dengan baik. alhasil mereka lebih banyak diam dan pasrah akan keadaan. ini yang membuat saya sedih dengan keadaan saya sendiri dan orang-orang seperti saya. selalu terhalang komunikasi. kasian. bahkan mungkin mereka lebih baik menjadi pekerja sampai mereka sanggup berbicara dan didengar.

inilah yang membuat saya penasaran dengan buku yang berjudul leadership ala jokowi. semoga bukunya tidak mengecawakan dan memberi harapan lebih. #loh

lihat saja nanti...

2 comments:

  1. Setuju deh sama yang jalan cepat.

    Gue juga kebiasaan kok jalan cepat biar pengefektifan waktu, tapi kalo lagi bergerombol ya jadinya menyesuaikan deh hehe. ;)

    Blog walking btw. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh ka Bella. jadi malu. haha.. yah kalo lagi sendiri juga memang lebih enak jalan cepat ka. buat apa berlama-lama sendiri? tapi malah jadi kebiasaan pas bergerombol juga :|

      Delete