Monday, April 1, 2013

Rindukan Mentari

sudah dua minggu ini saya 'mendekap' di rumah dengan tembok ungu tercinta. dihiasi dengan beberapa renungan dan pelajaran. namun itu jeleknya saya, saya haya merenung. ditambah beberapa hari ini saya merasa tidak enak badan yang membuat saya sering kali bolak-balik ke tempat tapaan, kamar mandi.

liburan ini saya awali dengan niat menggebu-gebu untuk mengisi hari-hari dengan hal-hal positif dan menghasilkan. namun ternyata niat saya tak sebesar badan saya. ya, badan saya cukup besar. alhasil, liburan dua minggu ini terasa tidak begitu produktif. kerjaan saya disini hanya tidur, makan, jajan, kadang bermain gitar and of course ke kamar mandi.

90% lebih saya berada di dalam rumah. kadang saya merindukan hangatnya sinar mentari. seperti kebanyakan waktu yag saya kerjakan di Cikarang. namun ya sudahlah, saya terlalu malas untuk ke luar rumah. toh tak ada juga yang bisa dikerjakan. kebanyakan haya untuk pergi ke mini market dekat rumah saya.

kembali ke renungan saya, banyak juga hal yang saya pikirkan disini. pertama, ternyata saya belum sepenuhnya move on dari matematika ke politik dan sebagainya. saya rindu berhitung. kadang saya berfikir untuk pindah jurusan atau bahkan pindah universitas. namun saya tak mau mengecewakan orang tua saya yang sudah bersusah payah membiayai saya selama ini hanya untuk mengisi satu tahun 'nganggur' saya.

kedua. saya ternyata pemalas. sangat-sangat pemalas. bakan sampai saking malasnya saya, saya jatuh sakit. dugaan sementara karena biasanya saya beraktivitas sangat keras dan sekarang kerja saya hanya tidur da makan. dugaan kedua karena telat makan. mungkin. tapi saat saya di cikarang, saya sering telat makan hanya karena trlambat masuk kelas.

ketiga. benar dalam satu hubungan yang indah kita hanya mau megabarkan dan berbagi keindahan kesekitar kita. untuk apa melepas rindu dengan berbagi kesedihan bukan? idealnya seperti itu. namun kita juga manusia yang selalu memiliki hal-hal sedih untuk dibagikan. disaat kita mencintai seseorang kita akan berbagi senyum kepada mereka, tapi apa kita tahu bahwa mereka juga mungkin ingin mendengar keluh kesah dan kisah sedih kita. karena kita saling menyayangi. rasa sayang yang bukan satu arah. yah kira-kira beitu.

terakhir. percayalah pada saya, sakit itu tidak enak. saya yang biasanya mengahabiskan makanan sebanyak apapun bahkan menghabiskan makanan teman saya, kini bahkan tak sanggup menghabiskan makanan saya sendiri. syukurilah kesehatan kalian. serta, walau kalian berada ditengah-tengah surgaliburan janganlah kalian lupakan mentari di luar. mereka menunggu untk disapa.

No comments:

Post a Comment