disana masih banyak juga orang-orang yang ga mampu, so anak-anaknya banyak yang minta sedekah-sedekah gitu ke rumah-rumah. dan ada beberapa diantaranya berantem satu sama lain. gue ga ngerti dah kenapa. semua orang berbahasa melayu dan yang gue tahu cuman "ndak" zzzz...
abis shalat isya, setiap rumah didesa itu wajib mengirimkan wakil nya seorang cowok untung mengaji disetiap rumah, dan disetiap rumah itu disediain makan. dan pak uwoh gue (cowok tertua dikeluarga bokap) sampe muntah dirumah terakhir saking banyaknya makan haha.. untung ajah disana hanya ada 27 rumah, bayangkan kalo sampai 30 atau bahkan 50. sekian cerita singkat ga jelas ini. peace, love, remed, and gaul...
No comments:
Post a Comment