udah lama banget ga nulis, lama banget. saya terlalu takut dan cemburu untuk menulis. saya takut untuk dikritik atau lebih parahnya diperolok. itu membuktikan bahwa saya sempat takut untuk menjadi diri sendiri. saya sering mengatakan pada orang lain "jadilah diri sendiri" tapi nyatanya saya sendiri belum merasa jadi diri sendiri. saya merasa munafik.
saya takut tulisan saya kembali diperolok dengan mereka yang tak mengerti, atau tak mau mengerti. saya sempat cemburu dengan sekeliling saya yang dengan mudahnya membuat tulisan bagus begitu saja. tapi setelah beberapa kali melewati interview, saya kembali sadar. saya senang menulis. tak peduli kata orang, saya akan tetap menulis.
kadang ketakutan saya membawa saya kepada kekosongan. saya sempat tak tahu harus menulis apa?
saya kadang bingung. terlalu banyak yang di hadapi dan kerjakan. Bukan membuat saya senang karena kesibukan, tapi malah membuat saya bingung yang mana yang akan saya kerjakan duluan. saya malah terlelap dan melupakannya.
hasilnya, semua kerjaan saya kerjakan dengan waktu yang berdempetan. itu membuat dampak yang sangat buruk. benar kata guru-guru saya di sekolah, "jangan pernah menunda-nunda pekerjaan."
selain itu membuat saya kewalahan, sekeliling saya terkena dampaknya. saya jarang pulang kerumah karena kehabisan ongkos. bukan sekedar ongkos pulang saja, tapi juga apa yang akan saya kerjakan di bogor. saya gtak mungkin hanya berdiam diri dikamar dan tak melakukan apa-apa, sangat bukan saya. itu malah akan menghabiskan isi dompet saya. saya yakin.
saya sangat merindukan orang tua saya. saya tidak pernah se-homesick sekarang. saya sudah sangat berniat akan pulang ke rumah baru di silent week semester ini. tapi mereka ke pekan baru karena sesuatu yang tak pernah didugakan, tak diinginkan, tak dihindarkan. kami kehilangan seseroang yang sangat kami sayangi.
saya juga sangat merindukan Rifa. dia juga sering mengatakan rindu namun aku tak tahu apa yang harus dilakukan. aku seperti tak punya daya dan lemah. membuat saya kadang berfikir membiarkannya lepas dan mencari seseorang yang lebih baik. yang bisa memenuhi hatinya setiap saat. namun saya terlalu menyayanginya dan tak mau melepaskannya. saya tahu itu akan sangat sulit. saya bimbang jika harus berhadapan dengannya. saya menyayanginya dan itu yang membuat tak tahu harus berbuat apa. saya rindu dengan dia, sangat rindu, saya yakin suatu saat saya dapat bertemu dengannya, menyampaikan sayang ini.
teman-teman saya sering bertanya "kemana aja?" saya hanya menjawab "biasa.". kadang itu membuat saya merasa tak enak. maaf teman. saya tak pernah beraksud sombong, saya hanya tak suka jika hanya berdiam diri.
curhat kali ini entah kenapa sedikit melegakan saya. maaf jika ini mengganggu. saya hanya ingin menulis dan melepas penat.
enak ajaaa segampang itu suruh cari yang lain :P haha emang bneran mau?
ReplyDeletegausah dipikirin. dilakuin aja rejaaa :)
jangan berhenti nulis!!
harus mau di kritik dong zaaa. biar strong.
ReplyDeleteiya dong. ini udah mula nulis lagi. cuman lagi ga ada ide buat nulis fiksi nih. naskah dram ajah ga jadi-jadi nulis. duah nulis beberapa lembar aku apus semua. :|
ReplyDelete